Tidak hanya pengetahuan seputar bahaya penyakit ISPA dan kanker paru – paru, peserta juga mendapatkan tips penanganan dengan menggunakan obat tradisional.
Jakarta [UNAS] – Budaya merokok di Indonesia saat ini masih menjadi permasalahan kritis yang telah tersebar hampir di seluruh kalangan masyarakat. Padahal, melalui rokok banyak penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup manusia, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kanker paru – paru. Melihat kondisi tersebut, Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas pun menyelenggarakan penyuluhan kesehatan kepada warga sekitar kampus, khususnya anak remaja tingkat Sekolah Menengah Atas.

“Penyuluhan kesehatan kali ini kami fokuskan kepada pendidikan kesehatan tentang penyakit ISPA dan kanker paru – paru, karena kedua penyakit tersebut penyebab utamanya adalah rokok. Selain materinya yang sedikit berbeda dengan kegiatan sebelumnya, peserta juga kami utamakan siswa SMK Wawasan Nusantara, Pasar Minggu, agar sedini mungkin mereka sadar dan paham akan dampak buruk rokok bagi kesehatan,” papar Ketua Senat Mahasiswa FIKES, Gede Pronajaya saat ditemui di Ruang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Marketing & Public Relations Universitas Nasional, Kamis (6/2).

Selama kegiatan berlangsung, 40 peserta yang terdiri dari warga dan siswa SMK Wawasan Nusantara tersebut mendapatkan pengetahuan terkait pengertian dasar, penyebab, gejala – gejala awal yang ditimbulkan penyakit ISPA dan kanker paru serta pengobatan tradisional yang dapat dilakukan oleh warga. “Gejala awal penyakit ISPA dan kanker paru sebenarnya dapat dideteksi, dari batuk yang terus menerus hingga nafas menjadi cepat dan pendek,” imbuh Gede.

Disisi lain, panitia kegiatan, Dhamayanti Tri Mulyani juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan tips penanganan dengan menggunakan obat tradisional. Diantaranya adalah dengan mengkonsumsi bawang putih, timun, dan ada juga dengan cara mencampurkan jeruk nipis dan kecap. “Ada inhalasi sederhana untuk penyakit ISPA, yaitu penguapan dengan air hangat yang dapat dibuat sendiri,” ujar Yanti.

Selain penyuluhan pendidikan kesehatan kepada warga dan siswa SMK, Senat Mahasiswa FIKES juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 73 warga yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. “Berbeda dengan pemeriksaan yang pernah kami lakukan, kali ini kami juga berikan vitamin C untuk warga yang datang,” pungkas Gede.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *